+ Life is suck huh!?
~ Maksudmu?
+ Beberapa hari yang lalu kau begitu bahagia, sekarang kau hanya terduduk disini. Terdiam.
~ Tidak, aku menyaksikan ombak!
+ Dan menangisi diri, kan! Rasa cinta itu ada di hati dan kau tak dapat menjadi seperti ombak. Ia dapat melampiaskannya pada batas pantai, sedangkan kau disini kehilangan dan merasa kesendirian
~ Apa maumu?
+ Aku tak mau apapun. Mungkin duduk berdua denganmu, menatap kosong ke garis cakrawala. Menemanimu berdua disini.
~ Sudahlah aku tak butuh teman untuk duduk dan membuka mulutnya hanya untuk mengatakan betapa bodohnya aku memiliki rasa cinta. Aku sudah merasa cukup ramai dengan bulan dan bintang, dengan nelayan yang pergi berlayar, dengan penyu yang datang diam-diam lalu bertelur. Dan dengan kehadiranmu, tak berarti apapun.
+ Kau terlalu naif. Aku sudah lama mengenalmu. Mungkin seumur hidup dan seluruh ceritamu sudah kuketahui plot dan alurnya. Aku tahu bahumu tegar, tetapi tidak hatimu. Kau takkan menangis, tetapi kau tetap membutuhkan bahu untuk bersandar. Kau melarikan diri pada malam, di tepi pantai, berharap riak gemuruhnya bisa mengisi kesepianmu dan suara tangismu tak terdengar. Namun, kau hanyalah sendirian.
~ Kau hanya menebak.
+ Dan tak ada yang salah.
~ Juga tak ada pembenaran.
+ Ingat saat dulu kau dan ayahmu sering sekali datang ke pantai. Kau selalu datang padaku hari setelahnya. Bercerita tentang istana pasir?
~ Ya, aku ingat. Ayahku adalah seorang arsitek pasir terhebat. Setiap kali kami ke pantai ini, Beliau selalu memintaku untuk mengisi ember kecil dengan pasir menggunakan sekop kecil. Memadatkannya dengan sedikit air lalu membalik cetakan kemudian pelan-pelan mengangkat, dan terbentuklah cetakan awal istana pasir. Kemudian Beliau akan meminta sekop kecil itu dari tanganku lalu menggunakannya untuk memahat istana yang megah. Lalu ia akan membangun benteng sebagai pagar di sekelilingnya. Istana itu begitu indah.
+ Dan ombak menghancurkannya! Dan kau menangis. Bukan begitu.
~ Ya, waktu itu aku masih kecil dan aku selalu marah pada ombak yang datang menghancurkannya. Tetapi ayahku akan menenangkan hatiku, menghapus air mataku dan mengajakku kembali membuat istana pasir itu. Beliau selalu mengatakan “Ayo kita bangun lagi istananya!” Ombak hanya menghancurkan istananya, tetapi tak pernah mematahkan semangat ayah untuk membuatkannya lagi untukku. Ia ingin aku selalu tersenyum. Ia mengajarkanku untuk tidak menyerah.
+ Lalu?
~ Lalu apa?
+ Apa yang kau lakukan meratapi dirimu disini. Kau habiskan tangismu untuk cinta, kau habiskan waktumu di tepi pantai ini. Kau hanya menyesali yang telah hancur berantakan. Kau biarkan keping-keping hatimu berserakan. Sedangkan ayahmu mengajarimu untuk membangun apa yang telah hancur. Tak menyerah untuk bangun lagi, tak takut untuk hancur lagi.
~ Apa yang aku tahu tentang cinta? Kau tak pernah jatuh cinta! Kau bahkan tak pernah mencintai dan dicintai!
+ Kau tahu apa tentangku!!!
~ Aku tahu kau tak pernah mencinta dan dicintai. Kau selalu sendiri dan selalu mencemooh keadaanku setiap kali aku terjatuh. Sudah tiga kali kau berada disini. Kau ini orang yang sangat menyebalkan. Kau seperti serangga. PENGGANGGU!
+ YA! Aku memang pengganggu! YA! Aku memang menyebalkan! YA! Aku memang tak pernah dicintai. Tapi aku bukan tak punya cinta.
~ Oh ya? Lalu mana kekasihmu? Sapi? Kuda? Atau ikan-ikan di tambak ayahmu? Hah! Pembual! Kau memang tak punya cinta! Tak pernah dicintai. Tak pernah…
+ KAU…!
~ APA???
+ Kau….
~ Kenapa aku??? Apalagi yang akan kau hinakan tentang aku? Apa..? Apa..? APA…????
+ Aku cinta kau!
~ Apa katamu?
+ AKU CINTA KAU!!! Kau tak dengar atau tak mau dengar! Apa kau tuli karna dingin? Apa kau mulai tak mengerti kata2 “Aku Cinta Kau”? Apa semua harus selalu dimulai dengan saling meniduri? Aku bukan seperti kebanyakan kekasihmu! Menidurimu dulu lalu berkata “Aku suka kamu”. Suka dan bukan Cinta. Mereka menyukaimu seperti mereka menyukai binatang peliharaan mereka.
~ Apa katamu? Kau…
+ Ya. Mereka hanya menyukaimu. Bukan mencintaimu kan? Itu yang mereka katakan kan?
~ Apa maksudmu dengan semua ini? Apa maksudmu Kau Mencintaiku?
+ Kau ini…!!! Kau pikir kenapa aku ada disini sekarang? Kau pikir kenapa aku selalu ada disini setiap kali aku melihatmu menangis disini. Kau pikir untuk mentertawakanmu? Kau pikir untuk menghinamu! Bukan! Aku ada disini untuk menyediakanmu bahu untuk bersandar, dada untuk mendekapmu, seandainya kau butuhkan. Aku mencintaimu saat kau bahagia, dan aku lebih mencintaimu lagi saat kau menangis. Aku takkan pernah meninggalkanmu, membiarkanmu, atau bahkan menutup mataku saat kau menangis. Aku akan ada, sampai kau menyadari bahwa selama ini aku mencintaimu.
~ Tapi,…
+ Sudahlah, aku akan membiarkanmu kembali menikmati malam. Aku harap dinginnya laut tak merusak tubuhmu dan membekukannya seperti hatimu.
~ Kumohon jangan pergi… Duduklah lagi disini…
+ Ada apa? Apa kau…
~ Jangan pergi. Duduklah disini sebentar lagi. Mungkin aku memang membutuhkan bahumu. Mungkin aku memang kedinginan dan membeku. Mungkin aku memang buta dan bodoh, mengabaikanmu yang selalu ada untukku. Maukah kau?
+ Baiklah…
~ Sekarang diamlah… Aku hanya ingin memelukmu, merasakan setiap detak jantungmu, merasakan hangatnya darahmu, merasakan arti kehadiranmu agar aku tak lagi beku. Aku tak tahu sisa umurku, panjang atau pendek, aku tak tahu apa aku bisa menemukanmu lagi seandainya kau berlalu sebelum aku tahu cintamu. Sekarang tinggallah sebentar, aku pun ingin dapat mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan aku.
+ Tenanglah sayang aku ada disini, sekarang, dan di setiap hari saat kau mulai terbangun hingga kembali tertidur di saat malam. Sunshine, I love you.
~ Ajari aku cinta…
(Selamat menikmati - kritik, makian, dan pujian sangat berarti bagiku)
+++
Kau pernah menyentuh hidupku,walau itu ternyata akan menghancurkan perasaanku
Kau pernah menatap mataku, ternyata semua yngg kau lakukan hanya tipu
Kau biarkan aku jatuh cinta sementara kau tidak balas cinta itu
Suatu hari, seseorang yg sedang putus cinta menangis di taman, saat itu datang seorang ahli filsafat bertanya padanya..
“Kenapa kamu menangis???”
Org itu menjawab, “Aku sangat sedih, knp dia meninggalkan ku??!!!!!!”
Lalu ahli filsafat itu tertawa sambil berkata: “Km bodoh sekali”
Lalu org itu menjawab..
“Kamu ini bagaimana??? Aku sedang putus cinta sudah cukup menyedihkan, tak apalah kalau kamu tak membujukku, tapi kamu masih juga menertawaiku”
“Bodoh, kamu tak perlu sedih, karna yg seharusnya sedih adalah dia” kata org filsafat.
“Knp dia yg bersedih, kan dia yg memutuskan ku???”
Kata org itu..
“Karna kamu hanya kehilangan org yg TAK mencintaimu, tetapi dia kehilangan org yg SANGAT mencintainya” Jawab ahli filsafat itu
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.
Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah
Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.
Karena, hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah
Semoga kamu menemukan orang seperti itu, Amin……..